Monday, October 25, 2021

Akses UMKM Terhadap Pembiayaan Perbankan Masih Minim

JAKARTA — Survey Bank Indonesia (BI) tentang pembiayaan menunjukkan akases UMKM kepada perbankan masih minim. 77 persen pembiayaan UMKM berasal dari UMKM itu sendiri, hanya 23 persen dari pihak lain termasuk perbankan.

Kondisi UMKM yang masih unbankable itu mendapat sorotan dari anggota Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Anis Byarwati. Menurutnya, masih banyak UMKM yang belum memenuhi syarat sebagai nasabah bank. Hal tersebut berdampak pada terhambatnya UMKM untuk mendapatkan akses keuangan atau pembiayaan perbankan, sehingga perlu dicarikan solusinya.

Selain itu tingkat pendidikan pendidikan pelaku UMKM yang rata-rata lulusan SD sampai SMA. Menurut Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini, dengan tingkat pendidikan SDM UMKM ini, membuat mereka kesulitan mengimplementasikan program UMKM.

Anis juga menyorot program Momspreneur yang merupakan program pemberdayaan wanita produktif untuk mewujudkan UMKM sukses. Momspreneur yang berupa program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) yang menyasar pada ibu-ibu, perempuan korban KDRT dan korban rentenir.

Sementara itu anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyorot pentingnya penguatan UMKM di tengah dampak pandemic Covid-19 yang telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi hampir seluruh daerah pada tahun 2020 maupun 2021 cenderung minus dan melambat.

“UMKM ini kurang lebih berjumlah 62 juta telah memberikan kontribusi 61 persen terhadap PDB kita. Atas dasar itulah kami ingin melihat sejauh mana keberpihakan pemulihan ekonomi nasional yang sudah dianggarkan kurang lebih di Rp699 triliun mampu mendorong UMKM ini tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Hergun menjelaskan pertumbuhan ekonomi secara umum melemah dikarenakan turunnya konsumsi rumah tangga dan turunnya ekspor luar negeri. Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia (BI) serta sinergi kebijakan dari pihak terkait lainnya, tentunya Komisi XI DPR RI ingin mendorong para pelaku UMKM yang bisa naik kelas dan go digital.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here