Friday, October 22, 2021

ALFI: Sabang Harus Jadi Poros Logistik Maritim

BANDA ACEH — Kolaborasi strategis ekosistem logistik bisa menjadikan Sabang sebagai salah satu poros logistik maritim dalam upaya mewujudkan program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Aceh, Sabtu, 12 Juni 2021. Menurutnya, ALFI Aceh menyambut baik ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) baru-baru ini di Jakarta dalam rangka kolaborasi strategis ekositem logistik.

Menurut H Firmandez, untuk menindaklanjuti MoU tersebutm Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalaui Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi sudah melakukan peninjauan ke Pelabuhan Bebas Sabang.

“Pemerintah Aceh menggunakan momentum ini untuk kemajuan Sabang. Melakukan revitalisasi dan penataan infrastruktur pelabuhan, karena pelabuhan Sabang katanya sangat strategis untuk dijadikan First Emergency Call Response Port,” jelas H Firmandez.

H Firmandez yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (Ardindo) ini menambahkan, moda transportasi laut bidang logistik dan kepelabuhanan merupakan salah satu urat nadi perekonomian dunia.Jjumlah kapal yang melintasi Selat Malaka mencapai 12.000 kapal pertahun.

“Potensi ini yang ingin ditangkap oleh pemerintah, dan pelabuhan Sabang di pintu masuk Selat Malaka sangat strategis untuk itu. Kementerian Perdagangan merilis ada potensi sekitar Rp78 ribu triliun barang perdagangan dunia yang melewati Indonesia setiap tahun, atau sekitar 40 persen dari total perdagangan dunia. Ini potensi yang sangat besar,” ungkap mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh tersebut.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri Indonesia (HIPSI) ini juga meminta agar swasta dan asosiasi terkait juga mengambil peran dalam pembangunan ekosistem transportasi maritim. Keberadaan Sabang yang pernah ditetapkan sebagai pusat perkembangan ekonomi terpadu, harus dibangun menjadi international harbour, menjadi tempat singgah kapal-kapal international yang melintas Selat Malaka.

“Butuh sinergitas para pihak untuk memaksimalkan pemanfaatn potensi maritim Indonesia dalam pelayaran dan perdagangan internasional. Perlu ada langkah strategis untuk menciptakan konektivitas pelabuhan bebas Sabang sebagai poros maritim,” pungkas H Firmandez.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here