Wednesday, December 1, 2021

BI Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi keuangan syariah di tanah air.

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Seminar Nasional Ekonomi Keuangan Syariah dengan tema “Srikandi Ekonomi Syariah Bersinergi Mendukung Pemulihan Ekonomi” Rabu, 21 April 2021 yang dilakukan secara virtual.

Perry menjelaskan, sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dituangkan melalui pendekatan 3 pilar yaitu: Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain (HVC), termasuk memperkuat dan memperluas peran perempuan dalam kontribusinya ekonomi keuangan syariah dan perekonomian nasional.

Kemudian Pendalaman Pasar Keuangan Syariah baik komersial maupun sosial, dan pilar ketiga yaitu Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi, termasuk diantaranya edukasi gaya hidup halal.

“Sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah telah menujukkan kinerja yang baik. Pada tahun 2020, Indonesia mendapatkan peringkat ke – 4 terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Selain itu, industri keuangan syariah Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-2 berdasarkan Islamic Finance Development Index,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani, selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang menjadi pembicara kunci menyampaikan bahwa berdasarkan laporan SGIE, peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB yang sangat besar. Apabila perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam perekonomian, potensi kontribusi kepada PDB global akan bertambah sekitar 3% – 6% atau meningkat sekitar 5 triliun dolar AS.

Ia menekankan, pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua kelompok, termasuk perempuan. Hal ini antara lain karena kontribusi perempuan dalam perekonomian Indonesia yang semakin meningkat. Di sektor UMKM, 53,76% UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97% karyawan adalah perempuan dan kontribusi terhadap perekonomian cukup besar yaitu 61%. Selain itu, perempuan juga memiliki kontribusi dalam instrumen retail di Indonesia yang diterbitkan oleh pemerintah yaitu ORI 17 dari Rp18,43 triliun, 55,58% investornya adalah perempuan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa berbagai program sinergi pengembangan usaha syariah yang dilakukan Bank Indonesia bersama stakeholders ditempuh dengan melibatkan peran perempuan baik pelaku usaha syariah secara umum maupun para santri putri yang berada di lingkungan pesantren.

Berbagai sektor usaha dikembangkan diantaranya fesyen dengan konsep sustainable fashion seperti produk handycraft, berbagai macam tas dengan bahan alami, dan tenun yang produknya sudah go global. Selain fesyen, juga dilakukan pengembangan koperasi dimana motor penggeraknya adalah para Perempuan dengan berbagai produk olahan kelapa dengan kualitas ekspor.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here