Monday, October 25, 2021

BKPM Diduga Manipulasi Data Investasi, Rp15,22 Triliun Ternyata Fiktif

JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diduga melakukan manipulasi data investasi tahun 2020. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mengungkap ada investasi fiktif senilai Rp15,22 triliun. Hal itu berdampak pada seretnya pertumbuhan ekonomi.

Hal itu kemudian mendapat perhatian anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. Ia menilai, investasi fiktif ini akan membuat kepercayaan investor asing terhadap BKPM menjadi tidak kredible, karena para investor asing biasanya akan menjadikan data BKPM sebagai masukan.

Ia meminta pemerintah untuk segera mengklarifikasi temuan investasi fiktif ini, karena akan jadi preseden buruk terhadap iklim investasi dan jadi kontraproduktif terhadap asumsi makro pertumbuhan ekonomi nasional. “Bahkan, beberapa tahun ini, target ekonomi Indonesia tidak pernah tercapai. Besar kemungkinan karena banyak hal seperti ini yang terjadi,” ujarnya, Sabtu, 3 Juli 2021.

Dalam Ihtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2020 yang dilaporkan BPK, tiga temuan penting mengenai realisasi data investasi terindikasi manipulatif. Temuan pertama, dugaan manipulasi data realisasi penanaman modal 2019 yang tidak menunjukkan kondisi sebenarnya dengan indikasi fiktif senilai Rp15,22 triliun.

Temuan kedua, ada 1.086 pelaku usaha yang memiliki 1.251 izin usaha efektif dengan bidang usaha terlarang untuk kegiatan penanaman modal. Hal itu akan memunculkan masalah hukum dalam pelaksanaan penanaman modal pada bidang usaha yang dilarang. Sementara temuan ketiga, ada 4.103 Penanaman Modal Asing (PMA) yang tidak memenuhi persyaratan nilai penanaman modal minimal.

Kegiatan penanaman modal itu berpotensi bermasalah dan tidak memenuhi syarat sah untuk diakui, dicatat, dan dilaporkan sebagai realisasi PMA. Setelah mengungkap berbagai temuan tersebut, BPK mengeluarkan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada BKPM untuk menjawab tiga temuan tersebut, seperti penyempurnaan sistem ataupun perbaikan perencanaan dan akurasi dalam upaya mencapai target realisasi penanaman modal.

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here