Wednesday, October 20, 2021

Green Lifestyle, Kunci Menjaga Ketersediaan Pangan

WOINEWS.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia ikut berdampak pada ketersediaan pangan. Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) telah mengembangkan platform untuk mempromosikan green lifestyle untuk konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Executive Committee of IBCSD, Laksmi Prasvita menilai penting bagi seluruh pihak untuk aktif berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan, baik dari sisi bisnis, pemerintah, dan juga publik.

Laksmi mengungkapkan, berdarkan data Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES), hasil panen di beberapa daerah dapat berkurang setengahnya pada tahun 2050 dalam skenario business as usual. Artinya jumlah makanan yang tersedia akan bekurang drastis dibandingkan sekarang, dan jumlah angka kelaparanpun akan meningkat tajam.

“Oleh karena itu, green lifestyle atau gaya hidup hijau merupakan kunci untuk menjaga ketersediaan pangan di masa depan,” ujarnya dalam diskusi daring yang juga menghadirkan Accenture Development Partnerships Lead in Indonesia, Nia Sarinastiti.

Menurut Laksmi, sistem pangan berkelanjutan adalah sistem pangan yang memberikan ketahanan pangan dan gizi bagi semua tanpa mengganggu ketahanan pangan dan gizi bagi generasi mendatang. Dalam Sustainable Development Goals (SDG), sistem pangan berkelanjutan ditekankan untuk mencapai zero hunger dengan praktek konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, mulai dari bahan baku hingga produk akhir.

Diskusi virtual tersebut juga menghasilkan masukan dan manfaat bagi industri pangan ke depan yang lebih berkelanjutan. Puluhan perwakilan perusahaan dan institusi yang hadir juga rencananya akan bergabung dalam aksi kolaboratif Green Lifestyle.

Sejalan dengan inisiatif sektor bisnis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga giat mempromosikan SDG kepada seluruh sektor. Melalui Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah membentuk Community of Practices SCP atau Komunitas Pelaku Praktek Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan. Tujuannya, agar praktek-praktek baik ini dapat diketahui dan direplikasi.

“2020 kami mencanangkan strategi memeperbanyak Community of Practices. Sehingga sangat penting untuk memperlihatkan ke banyak pihak bahwa ini lah aksi yang bisa dilakukan. Di 2021 kami juga siapkan rencana implementasi di tingkat kota kabupaten hingga tingkat desa dan kelurahan,” jelas Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK, Noer Adi Wardojo,

Selain KLHK, inisiatif sektor bisnis ini juga didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (disingkat Kementerian PPN/Bappenas).

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Anang Noegroho Setyo Moeljono menegaskan pihaknya siap mendukung kegiatan tersebut. “Kami mendukung penuh kegiatan ini dan menantikan hasilnya dan tentunya siap untuk berkolaborasi,” tegasnya.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here