Friday, October 22, 2021

H Firmandez: Manajemen Garuda Perlu Dukung Kebijakan Peter Gontha

JAKARTA – Manejemen maskapai penerbangan Garuda Indonesia perlu mendukung kebijakan Anggota Dewan Komisaris Peter Gontha yang mengirim surat kepada Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia meminta dilakukan penghentian pembayaran honorarium untuk penghematan pengeluaran.

“Itu contoh yang baik dari Pak Peter Gontha, meminta menghentikan pembayaran honorariumnya di tengah kondisi keuangan Garuda yang sedang terpuruk. Seluruh top managemen Garuda harus mendukung hal seperti ini,” ujar mantan anggota Komisi V DPR RI, H Firmandez, Rabu, 2 Juni 2021.

H Firmandez menambahkan, pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) telah berdampak pada semua sektor, termasuk ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Garuda Indonesia, karena itu perlu perhatian khusus sebagai langkah penyelamatan.

“Jika perusahaan terdampak pandemi maka dibutuhkan perhatian khusus oleh pemerintah dan semua pihak. Garuda perlu diselamatkan supaya operasionalnya dapat optimal kembali, sehingga kesejahteraan bagi seluruh karyawan dapat terwujud. Jayalah Garuda Indonesia, flag carrier kebanggan kita semua,” tambah mantan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta tersebut.

Sebagaimana diketahui, Peter Gontha pada Rabu, 2 Juni 2021 mengirim surat kepada Dewan Komisaris Garuda yang tembusannya juga ditujukan kepada Direktur Keuangan Garuda Indonesia, meminta agar pembayaran honorarium dirinya dihentikan sampai ada rapat pemegang saham selanjutnya.

Peter Gontha merincikan tujuh alasan dalam suratnya itu, ia berharap dengan itu menjadi contoh bagi yang lain terhadap krisis yang dialami PT Garuda Indonesia. Ketujuh alasan tersebut adalah: tidak adanya penghematan biaya operasional, tidak adanya informasi mengenai cara dan narasi negosiasi dengan lessor, tidak adanya evaluasi/perubahan penerbangan route yang merugi, cash flow manegemen yang tidak dapat dimengerti, keputusan yang diambil Kementerian BUMN secara sepihak tanpa koordinasi dan tanpa melibatkan komisaris, saran komisaris yang oleh karenanya todak diperlukan lagi, serta aktivitas komisaris yang hanya 5 sampai 6 jam per minggu.

“Apa yang dilakukan Pak Peter Gontha itu patut diapresiasi, ini contoh yang baik untuk meringankan beban Garuda, kita berharap Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbanan nasional kebanggaan kita bisa segera keluar dari krisis ini,” pungkas H Firmandez.[

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here