Sunday, October 24, 2021

Indonesia Port Corporation Harus Mampu Pangkas Biaya Logistik

JAKARTA – Wacana penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan menjadi Indonesia Port Corporation (IPC) diharapkan bisa memangkas biaya logistik, karena selama ini biaya logistik antar daerah, terutama daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) sangat mahal, malah lebih mahal dari biaya logistik ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPP Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (Ardindo) H Firmandez, Kamis, 1 Juli 2021. Pihaknya menyambut baik wacana penggabungan BUMN Pelabuhan Indonesia (Pilindo), Pelindi I, II, III, dan IV menjadi IPC untuk memangkas biaya logistik.

“Kita sambut baik wacana penggabungan atau merger Pelindo menjadi IPC. Harapannya tentu untuk memangkas biaya logistik antar daerah, apa lagi ke daerah-daerah 3T. Ini akan sejalan dengan program Kementerian Perhubungan yang akan membangun 1.301 pelabuhan,” jelas H Firmandez.

H Firmandez yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri Indonesia (HIPSI) ini menambahkan, berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional, saat ini terdapat 636 pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan laut, ada 57 terminal yang merupakan bagian dari pelabuhan, dan 1.301 rencana lokasi pelabuhan.

“Intinya, IPC harus memberi manfaat bagi konektivitas daerah di Indonesia, terutama dalam memasok barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. Selama ini daya saing logistik di Indonesia juga belum optimal, ini yang harus diperbaikai dan ditingkatkan oleh IPC nantinya,” pungkas Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Aceh tersebut.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here