Monday, October 25, 2021

Intermediasi Perbankan Mulai Membaik

JAKARTA – Bank Indonesia melalui rilis No.23/158/DKom melaporlkan, intermediasi perbankan menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat pada kontraksi yang menurun, sebesar -1,28% (yoy) pada Mei 2021.

Perbaikan terjadi pada seluruh segmen kredit, terutama pada Kredit Konsumsi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mulai tumbuh positif masing-masing sebesar 1,39% (yoy) dan 1,70% (yoy) serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh tinggi sebesar 6,61% (yoy).

Peningkatan pertumbuhan KPR, sejalan dengan pertumbuhan penjualan properti, yang didorong oleh kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) Kredit Properti dari Bank Indonesia, penurunan suku bunga KPR, serta insentif pajak oleh Pemerintah. Sejalan dengan kenaikan kasus Covid-19 sejak pertengahan Juni 2021, maka kinerja korporasi dan rumah tangga senantiasa dicermati.

Sementara itu, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan berlanjut didorong penurunan biaya dana, sejalan dengan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). SBDK pada April 2021, menurun sebesar 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87% pada April 2021.

“Ke depan, kebijakan makroprudensial tetap akomodatif melalui fokus tiga kebijakan utama, mendorong pemulihan intermediasi dan ekonomi, menjaga kecukupan likuiditas perbankan, serta mendorong akses keuangan bagi UMKM dan sektor inklusif lainnya,” jelas Kepala Depertemen Komunikasi/Diektur Eksekutif Bank Indonesia, Erwin Haryono, Jumat, 2 Juli 2021.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here