Wednesday, December 1, 2021

Kenaikan Harga Emas Global Pengaruhi Inflasi

JAKARTA – Kenaikan harga emas global ikut mempengaruhi terjadinya inflasi di Indonesia, inflasi kelompok inti dan administered price mengalami peningkatan di tengah pelambatan inflasi volatile food.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2021 tercatat sebesar 0,13% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,08% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK April 2021 tercatat 1,42% (yoy), sedikit lebih tinggi dari inflasi bulan lalu sebesar 1,37% (yoy).

Sementara di kelompok inti pada April 2021 mencatat inflasi 0,14% (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,03% (mtm). Peningkatan inflasi inti tersebut didorong oleh tekanan inflasi komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global dan peningkatan permintaan musiman selama Ramadan. Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,18% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi Maret 2021 sebesar 1,21% (yoy).

Kepala Depatemen Komunikasi/Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono melalui rilis No.23/116/DKom 3 Mei 2021 menjelaskan, inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.

Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,15% (mtm) pada April 2021, melambat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,56% (mtm). Perlambatan tersebut didorong oleh deflasi komoditas hortikultura dan beras seiring masuknya masa panen. Perlambatan inflasi volatile food yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas daging ayam ras dan minyak goreng akibat peningkatan permintaan selama Ramadan dan kenaikan harga global Crude Palm Oil. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,73% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,49% (yoy).

Pada periode yang sama kelompok administered prices pada April 2021 mencatat inflasi sebesar 0,11% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm). Perkembangan ini didorong oleh peningkatan harga rokok, terutama rokok kretek filter, seiring transmisi kenaikan cukai hasil tembakau yang berlanjut, serta kenaikan inflasi bahan bakar rumah tangga.

“Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 1,12% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,88% (yoy),” jelasnya.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here