Thursday, May 19, 2022

Legislator Sayangkan Pembubaran Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

JAKARTA – Pembubaran Lembaga Bilogi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat disayangkan oleh anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring. Menurutnya, itu membuktikan kurangnya perhatian pemerintah terhadap peneliti.

Ia menilai pembubaran LBM Eijkman akan menyebabkan para peneliti “terlantar” karena itu bukan tidak mungkin para peneliti dalam negeri akan diambil oleh negara lain. Di negara lain peneliti Indonesia digaji sangat besar, seperti para peneliti Indonesia di Singapura.

“Saya pernah bicara dengan mendiang Lee Kwan Yew. Dia sempat katakan, dia sadar bahwa tidak semua orang Singapura itu pintar. Tapi kepintaran itu bisa dia peroleh dari negara lain, terutama negara yang terdekat dari mereka, salah satunya Indonesia,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan LBM Eijkman diambil alih BRIN sejak September 2021. Tiga bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 28 Desember 2021 secara resmi status LBM Eijkman berubah menjadi Pusat Riset Biologi dan Molekuler (PRBM) Eijkman. Dengan demikian otomatis semua peneliti (periset) yang bekerja di LBM Eijkman harus menjalani aktivitas risetnya sesuai peraturan perundang-undangan yang baru.

Sejalan dengan itu, muncul kabar bahwa ratusan tenaga honorer di Eijkman (baik peneliti maupun bukan) tidak diperpanjang kontraknya alias diberhentikan. Hal ini tentu dikhawatirkan akan berdampak pada pengembangan vaksin Merah Putih yang tengah dilakukan oleh Lembaga Eijkman. Eijkman merupakan salah satu lembaga yang mendorong agar dilakukan tes banding atas false negative di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here