Thursday, May 19, 2022

Pesan Soekarno di Kopelma Darussalam

“Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju pelaksanaan cita-cita.”

Pada 2 September 1959, Presiden Soekarno membuka selubung Kota Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam. Hajatan besar digelar untuk meresmikan Fakultas Ekonomi sebagai fakultas pertama dan cikal bakal Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Usai membuka selubung peresmian Unsyiah, Presiden Soekarno menulis, “Tekat bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju pelaksanaan cita-cita.” Prasasti dari tulisan dan tanda tangan Soekarno itu dipasang tugu Kopelma Darussalam.

Pada saat peresmian Kopelma Darussalam bersama Soekarno juga ikut Menteri Pendidikan Chaerul Saleh, Menteri Maladi, Dr Soeharto, Kepala Staf Angkatan Laut RE Martadinata, Menteri Prijono, Menteri Wahid Wahab, Direktur Kabinet Presiden, Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Ahmad Sofjan, serta beberapa pejabat sipil dan militer.

Selain itu juga hadir perwakilan asing di Indonesia, antara lain Duta Besar Yogoslavia, Duta Besar Republik Arab Persatuan, Duta Besar Malaysia, Duta Besar Jepang, Duta Besar Kanada, Duta besar India, Duta Besar Polandia, Duta Besar Amerika Serikat, Duta Besar Brazil, Duta Besar Argentina, dan Duta Besar Uni Soviet.

Dalam pidatonya Presiden Soekarno menyatakan bahwa pembukaan dan peresmian Kopelma Darussalam sebagai pusat pendidikan di daerah Aceh, sebagai lambang iklim damai dalam suasana persatuan dan kesatuan, sebagai hasil kerja sama antara rakyat dan para pemimpin Aceh, sebagai modal pembangunan dan kemajuan Aceh.7

Kopelma Darussalam mencakup beberapa perguruan tinggi di dalamnya, yakni Unsyiah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jamiah Ar Raniry, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, serta Dayah Tinggi Syik Pante Kulu.

Setelah Fakultas Ekonomi Unsyiah dibuka dilanjutkan dengan Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Peternakan, Fakultas Tekhnik dan Fakultas Pertanian. Sementara di IAIN Jamiah Ar Raniry pertama dibuka; Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Usuluddin/Filsafat, dan Fakultas Dakwah/Publisistik.

Kemudian di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan dibuka Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Pengetahuan Eksasta, dan Fakultas Keguruan Sastra Seni. Unsyiah dan IAIN Ar Raninry kemudian disebut sebagai dua sejoli (dwitunggal) jantong hate rakyat Aceh.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here