Monday, October 25, 2021

Potensi Aceh Sebagai Lumbung Renewable Energy Harus Digarap dengan Baik

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Pusat harus memaksimalkan pemanfaatan renewable energi atau energi baru dan terbarukan (EBT). Potensi Aceh renewable energy di Aceh sangat besar hingga mencapai 25,31 Giga Watt (GW). Untuk memaksimalkan pengelolaan potensi yang disebut sebagai harta karun Aceh tersebut, pembangunan infrastruktur pendukungnya harus dilakukan sejak dini.

Hal itu disampaikan mantan anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh H Firmandez. Menurutnya, selama bertugas di komisi yang membidangi urusan energi, lingkungan hidup, riset dan teknologi tersebut persoalan potensi renewable energy sudah sering menjadi topik pembahasan, tapi pemenfaatannya sampai kini belum maksimal. Sementara pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 menargetkan penggunaan renewable energy 23 persen pad atahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050.

“Target yang diamanahkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 itu sampai kini belum tercapai, realisasinya masih satu digit. Aceh punya potensi besar untuk mendongkak itu, apa lagi sekarang Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Energi Baru dan Terbarukan sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas),” ungkap H Firmadez.

Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh ini menambahkan, jika RUU itu nanti disahkan, maka meruakan kesempatan besar bagi Pemerintah Aceh untuk mengembangkan dan memaksimalkan pemenfataan potensi renewable energy yang ada.

“Potensi renewable energy Aceh itu berdasarkan data Kemerterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi. Ini luar biasa besar, ini harus dimanfaatkan dengan maksimal,” tambah H Firmandez.

Karena itu H Firmandez yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri Indonesia (HIPSI) ini berharap, pemanfaatan potensi renewable energy di Aceh tersebut harus menjadi penghela masuknya investasi ke Aceh untuk pengembangan industri, salah satunya seperti kawasan industri Ladong yang hingga kini masih belum terlihat geliatnya. Padahal kawasan industry tersebut bisa menjadi penggerak perekonomian Aceh.

Masih menurut H Firmandez, dengan potensi besar renewable energy tersebut Pemerintah Aceh juga bisa membangun Aceh Green Industriak Park. Untuk menuju ke sana tentu saja Pemerintah Harus harus membangun koordinasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian.

“Pemerintah Aceh harus jemput bola, lakukan lobi-lobi ke pusat, agar potensi besar yang dimiliki Aceh ini bisa dikembangkan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat Aceh, sehingga predikat Aceh sebagai daerah termiskin di Sumatera bisa dihilangkan,” tegas H Firmandez.

Selain itu, H Firmandez yang kini dipercayakan sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (Ardindo) ini menambahkan, jika potensi renewable energy Aceh bisa dimaksimalkan pemanfaatannya, maka akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan.

“Aceh akan benar-benar menjadi lumbung energi nasional. Selama ini saja Aceh sudah surplus energi, ditambah lagi tahun 2023 nanti PLTA Peusangan 1 dan 2 akan beroperasi maka surplus energi Aceh akan bertambah. Dan Aceh akan tambah benderang jika potensi renewable energy yang super besar itu bisa dikelola dengan baik,” lanjut H Firmandez.

Mantan Koordinator Tim Pematau Otonomi Khusus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta ini mengungkapkan, selama ini ada beberapa potensi renewable energy di Aceh yang sudah terpetakan, sebagiannya sudah dibangun pembangkit oleh pihak swasta, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Lasikin di Simeulue dengan kapasitas 100 Kilo Watt (KW), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Marpunge dan PLTM Tuah Rerebe, serta PLTM Nengar dan PLTM Waih Selah di gayo Lues, PLTM Krueng Isep di Nagan Raya, PLTM Tuah Sabena di Aceh Besar, PLTS Cot Abeuk di Sabang.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here