Saturday, September 24, 2022

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Turun 2,23 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) surplus neraca perdagangan Indonesia pada November 2021 tercatat sebasar 3,51 miliar dolar AS, turun 2,23 miliar dolar AS dari surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,74 miliar dolar AS.

Meski mengalami penurunan, Bank Indonesia melalui rilis No.23/331/DKom menilai surplus neraca perdagangan Indonesia masih mencatat nilai positif. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-November 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 34,32 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 19,52 miliar dolar AS.

“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi,” jelas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Desember 2021.

Ia merincikan, surplus neraca perdagangan November 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap tinggi di tengah defisit neraca perdagangan migas yang meningkat. Pada November 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar 5,21 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Oktober 2021 sebesar 6,61 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas pada November 2021 tercatat sebesar 21,51 miliar dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar 21,00 miliar dolar AS. Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti bahan bakar mineral termasuk batu bara serta produk manufaktur, seperti karet dan barang dari karet serta logam mulia dan perhiasan/permata, tercatat meningkat.

“Ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan pemulihan permintaan global. Sementara itu, impor nonmigas meningkat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut,” jelasnya.

Sementara itu defisit neraca perdagangan migas meningkat dari 0,87 miliar dolar AS pada Oktober 2021 menjadi 1,69 miliar dolar AS pada November 2021. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor migas.[]

TERBARU

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here